BUMI CENDERAWASIH

Inspirasi Dari Timur

Monitoring dan Evaluasi Program, Ini yang Ditekankan oleh Bupati Piter Gusbager

BUMI CENDERAWASIH.ID – Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) menggelar Monitoring Dan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan TA 2026, Selasa (7/7/26).

Bertempat di Aula Bapelitbanga, Arso Kota, kegiatan dibuka secara langsung oleh Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, MUP. Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Drs. Daud, M.Si, PLT. Sekda Linus Pasarrang, SH, Asisten Setda, Kepala OPD dan Kadistrik lingkup Pemerintah Kabupaten Keerom.

Sambutan Bupati Keerom Pada kesempatan yang baik ini, marilah kita memanjatkan Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas segala Limpahan Berkat, Kasih dan PenyertaanNya, sehingga hari ini, kita dapat bersama berkumpul di tempat ini untuk mengikuti bersama Kegiatan Monitoring Meja dalam rangka evaluasi perencanaan dan capaian kinerja OPD Tahun 2026.

Hadirin yang saya hormati,
Pertemuan hari ini memiliki nilai yang sangat strategis. Kita sudah melewati paruh pertama Tahun Anggaran 2026. Monitoring meja ini adalah momentum krusial dan bukanlah sekedar kegiatan seremonial atau rutinitas administratif belaka. Ini adalah instrumen evaluasi yang sangat penting bagi kita.

Berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah pasal 45 (1) pengendalian oleh Bupati dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Bapperida untuk keseluruhan perencanaan pembangunan daerah, (2) Pengendalian oleh Bapperida meliputi pemantauan, supervisi dan tindak lanjut penyimpanan terhadap pencapaian tujuan agar program dan kegiatan sesuai dengan kebijakan pembangunan daerah.

Bahwa Melalui forum ini, kita akan bersama-sama membedah dan melihat sejauh mana progres capaian program, kegiatan, dan penyerapan anggaran serta realisasi fisik yang telah direncanakan. Kita harus memastikan bahwa APBD yang dikelola benar-benar memberikan dampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Keerom.

Melalui monitoring meja ini, saya menekankan beberapa poin penting kepada
seluruh Kepala OPD dan jajarannya:
1. Evaluasi Realistis: Kita melihat capaian kinerja sesuai dengan yang direncanakan, tujuan yang ingin dicapai serta kemampuan untuk menjalankan.

Jika ada program yang mengalami kendala atau deviasi, segera identifikasi akar masalahnya. Jangan ditutup-tutupi, melainkan cari solusi terbaik bersama.

Evaluasi Anggaran Triwulan II secara Ketat: Saya minta kepada seluruh Kepala OPD memaparkan capaian realisasi fisik dan keuangan secara jujur. Segera lakukan akselerasi jika ada program yang serapannya masih di bawah target.

2. Percepatan Penyerapan Anggaran: Laporan yang diterima di Bapperida sampai dengan bulan Juni 2026, Total dana diseluruh OPD senilai Rp 1.181.315.157.910 dengan daya serap anggaran pada realisasi keuangan 14,41% dan realisasi fisk 16,93% dengan
menjadi perhatian kita semua.
Kita harus bekerja efektif. Pastikan setiap program kerja berjalan sesuai dengan timeline yang telah ditentukan. Jangan menumpuk pekerjaan di akhir tahun anggaran.

Salah satu kegiatan penting Percepatan Penurunan Stunting: Penanganan stunting adalah program prioritas nasional yang mutlak harus sukses di Kabupaten Keerom.

Saya tegaskan kepada OPD terkait, Pastikan anggaran stunting tepat sasaran dan langsung menyentuh keluarga berisiko. Sinergikan gerakan ini hingga ke tingkat kampung.

3. Akselerasi Infrastruktur Daerah: Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, sarana pendidikan, dan fasilitas kesehatan adalah urat nadi perekonomian Keerom. Di triwulan kedua ini, seluruh paket pekerjaan fisik harus dipastikan berjalan sesuai timeline kontrak. Hambatan administratif atau kendala lapangan harus segera dicarikan solusi kongkrit hari ini juga agar kemanfaatannya segera dirasakan masyarakat.

4. Koordinasi dan Sinergi: Hilangkan ego sektoral antar-OPD.

Kita butuh kerja kolaboratif, cepat, dan transparan. Setiap perangkat daerah harus saling mendukung dan berkoordinasi dengan baik agar akselerasi pembangunan di Kabupaten Keerom dapat berjalan optimal.

“Saya ingatkan, serapan anggaran yang tinggi tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan kualitas output yang bermanfaat bagi masyarakat, bahwa jabatan adalah amanah dan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tunjukkan dedikasi, loyalitas, dan tanggung jawab kita dalam menyelesaikan setiap tugas dan target kinerja yang telah diberikan.”

Akhir kata, saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar, efektif, dan menghasilkan langkah-langkah strategis yang akan memperbaiki kinerja kita ke depan. Mari tunjukkan sinergi terbaik saudara-saudara sekalian dalam pertemuan ini demi kesejahteraan seluruh masyarakat di Kabupaten Keerom.

“Dengan memohon Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, Kegiatan Monitoring Meja Kabupaten Keerom Tahun Anggaran 2026 resmi saya buka.” Tutupnya(YAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup