BUMI CENDERAWASIH

Inspirasi Dari Timur

Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Perkuat Pemetaan Kawasan Transmigrasi Senggi Melalui Pemotretan Foto Udara

BUMI CENDERAWASIH.ID – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Diponegoro (UNDIP) 2026 memperkuat data pemetaan Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, melalui pemotretan foto udara menggunakan drone dan pengukuran Global Navigation Satellite System (GNSS). Kegiatan ini dilakukan untuk menghasilkan peta dasar yang lebih akurat dan menggambarkan kondisi aktual kawasan sebagai salah satu dasar kajian dan perencanaan pengembangan wilayah.

Pemotretan foto udara dilakukan dengan memadukan teknologi drone dan GNSS untuk memperoleh data spasial yang lebih detail sekaligus memiliki acuan posisi yang akurat. GNSS digunakan untuk menentukan titik kontrol tanah atau Ground Control Point (GCP), sehingga hasil foto udara memiliki referensi koordinat yang tepat dan tidak bergeser dari posisi sebenarnya di lapangan.

“Kami menggunakan drone untuk melakukan pemotretan foto udara dan GNSS (Global Navigation Satellite System, red) untuk membuat Ground Check Point (GCP) agar foto udara yang terpotret akurat dan tidak bergeser dari titik acuannya,” ujar Dr. (can) Pangi, MT, Ketua Tim 13 Ekspedisi Patriot yang sedang menyelesaikan studi S3 di Program Doktor Ilmu Perkotaan UNDIP.

Dalam kegiatan ini, tim menggunakan dua unit drone dan dua unit GNSS. Dua drone digunakan untuk mempercepat cakupan pemotretan, sementara GNSS digunakan untuk menentukan titik kontrol tanah yang menjadi acuan posisi foto udara. Kombinasi kedua perangkat tersebut memungkinkan tim memperoleh data spasial dengan cakupan dan ketelitian yang sesuai untuk kebutuhan pemetaan kawasan.

Pemotretan dilakukan untuk menghasilkan peta dasar sebagai acuan studi dan perencanaan Kawasan Transmigrasi Senggi. Kebutuhan terhadap data yang lebih mutakhir menjadi salah satu pertimbangan pemanfaatan foto udara karena citra satelit yang tersedia secara terbuka belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan studi, baik dari sisi kemutakhiran maupun kualitas citra.

“Sebenarnya kita bisa memanfaatkan citra satelit yang dapat diakses secara terbuka seperti dari ESRI, Google Earth atau Bing. Namun sayangnya citra satelit dari Bing dan Esri bukanlah citra terbaru, sedangkan citra dari Google Earth tidak jelas,” tambahnya.

Secara teknis, kegiatan ini meliputi pembuatan benchmark, penentuan titik GCP, penyusunan lintasan penerbangan drone, pemotretan, hingga pengolahan citra. Setiap tahapan dilakukan untuk memastikan data yang dikumpulkan memiliki kualitas serta ketelitian posisi yang memadai sebelum digunakan dalam proses pemetaan dan analisis lebih lanjut.

Mohammad Nursodiq, anggota Tim 16 Ekspedisi Patriot sekaligus pilot drone, menjelaskan bahwa kesiapan perangkat menjadi salah satu tahapan penting sebelum pemotretan dilakukan.

“Kami tidak hanya mengambil foto udara, tetapi juga memastikan sejak awal bahwa perangkat dan data yang digunakan dalam kondisi siap. Dengan preprocessing dan persiapan yang tepat, foto udara yang dihasilkan dapat memiliki kualitas yang baik untuk mendukung proses pemetaan kawasan,” ujar Mohammad Nursodiq, anggota Tim 16 Ekspedisi Patriot sekaligus pilot drone.

Proses pemotretan direncanakan berlangsung secara bertahap selama satu hingga dua bulan dengan menyesuaikan luas wilayah, kondisi medan, dan cuaca di Kawasan Transmigrasi Senggi. Setelah seluruh data foto udara dan koordinat GNSS terkumpul, data tersebut akan diolah menggunakan perangkat lunak fotogrametri untuk menghasilkan informasi spasial yang lebih siap digunakan.

Hasil pengolahan ditargetkan berupa ortofoto dan data spasial lainnya yang mampu menggambarkan kondisi aktual Kawasan Transmigrasi Senggi. Data tersebut selanjutnya menjadi salah satu dasar bagi TEP UNDIP 2026 dalam melakukan kajian serta menyusun rekomendasi perencanaan kawasan yang lebih akurat dan berbasis kondisi lapangan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi lintas tim dalam Ekspedisi Patriot UNDIP 2026 antara Tim 13 dan Tim 16 di Kawasan Transmigrasi Senggi. Melalui kolaborasi tersebut, pengumpulan data foto udara diperkuat untuk mendukung kebutuhan kajian spasial dan pengembangan informasi kawasan secara lebih terintegrasi.

Dengan tersedianya data pemetaan yang lebih aktual dan akurat, proses identifikasi kondisi kawasan, pemetaan potensi, hingga penyusunan rekomendasi pengembangan Kawasan Transmigrasi Senggi diharapkan dapat dilakukan dengan dasar informasi yang lebih kuat. Data foto udara tersebut juga dapat menjadi bagian dari penguatan basis data spasial dalam mendukung kajian dan pengembangan informasi kawasan secara lebih komprehensif.(YAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup