BUMI CENDERAWASIH

Inspirasi Dari Timur

Sidak RSUD Kwaingga, Bupati Keerom Beri Instruksi Tegas : Dilarang Ada Pungutan Biaya

BUMI CENDRAWASIH.ID – Bupati Keerom, Piter Gusbager, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kwaingga pada Senin (14/9/2026) pagi.

Dalam tinjauan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Keerom ini mengeluarkan instruksi keras. Tidak boleh ada pungutan biaya dalam bentuk apa pun bagi warga yang datang berobat.

Sidak ini dilakukan untuk melihat secara langsung realita pelayanan dan kondisi fasilitas kesehatan.

Didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Keerom, dr. Carla Deksiana Susan, Bupati Gusbager tak hanya menyisir gedung lama, namun juga meninjau kesiapan bangunan baru RSUD Kwaingga yang mewah dan dijadwalkan akan segera diresmikan oleh Presiden RI.

Di sela-sela peninjauan, Bupati Keerom dua periode itu tampak berinteraksi langsung dengan para pasien, menanyakan asal daerah serta keluhan penyakit mereka guna memastikan pelayanan berjalan optimal.

“Saya ingin memastikan bahwa dari tahun ke tahun ada peningkatan kualitas dan perubahan pelayanan ke arah yang lebih baik. Harus ada kemajuan. Tidak boleh stagnan, apalagi sampai mundur,” tegas Gusbager.

Sorotan utama dalam sidak ini adalah jaminan pengobatan gratis. Bupati menginstruksikan dengan tegas bahwa ketersediaan anggaran daerah harus berbanding lurus dengan pelayanan tanpa biaya bagi masyarakat.

“Orang Keerom sebenarnya tidak boleh dikenakan pungutan biaya sama sekali, tidak boleh! Kita punya uang. Jadi, mulai dari registrasi sampai dengan pelayanan tidak hanya yang memakai BPJS, tapi sekuanya tidak boleh dipungut,” ujarnya.

“Obat jenis apa pun tidak boleh. Saya mau pastikan mulai sekarang tidak ada lagi pasien di RS Kwaingga yang dipungut biaya,” tegasnya.

Selain menegaskan kebijakan layanan gratis, alumnus The University of Melbourne Australia itu juga mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait kebersihan dan keamanan.

Ia secara spesifik mengecek sistem penanganan sampah medis dan non-medis, serta jaminan rasa aman bagi pasien yang sedang dirawat. Etika pelayanan dari tenaga medis pun tak luput dari perhatiannya.

“Penyambutan dan pelayanan harus dilakukan dengan senyum dan sapa yang baik. Mereka datang diterima dengan baik, pulang juga dengan baik. Itu hal yang esensial,” tambahnya.

Meski pemerintah daerah terus membenahi fasilitas rumah sakit, Bupati Gusbager berharap tidak ada yang datang ke rumah sakit. Masyarakat diminta harus hidup sehat.

“Konsep sehat menurut WHO itu adalah orang tidak sakit. Jadi, bagaimana caranya agar masyarakat tidak sakit? Sebagus apa pun rumah sakit yang kita bangun, orang pasti tidak mau datang ke rumah sakit. Oleh karena itu, tujuan utama kita yang sebenarnya adalah menjaga agar masyarakat tidak jatuh sakit,” pungkasnya.(YAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup