BUMI CENDERAWASIH

Inspirasi Dari Timur

Kunjungi Kampung Terisolir, Bupati Keerom: Selama Ini Pendidikan, dan Pelayan Publik Nyaris Tak Tersentuh

BUMI CENDERAWASIH.ID – Bupati Keerom, Piter Gusbager lakukan kunjungan kerja ke Kampung Wonam, Distrik Keisnar.

Usai mengunjungi Kampung Kiambra, Bupati Piter Gusbager melanjutkan perjalanan menyusuri sungai menuju Kampung Onam.

Kampung Wonam merupakan salah satu kampung Perbatasan yang terletak di pinggiran sungai Sofker.

Kampung ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Satu-satunya akses utama saat ini untuk bisa sampai ke Kampung Wonam ialah dengan melewati Sungai Sofker dengan menempuh perjalanan kurang lebih 7 Jam dari Muara Nawa.

Sedangkan jarak dari Kampung Kiambra ke Kampung Onam, harus menempuh perjalanan kurang lebih 3 Jam.

Alat Transportasi yang digunakan untuk sampai ke Kampung Wonama ialah dengan menggunakan Motor Jonson.

Setibanya di Kampung Onam, Bupati Piter Gusbager tercengang melihat kondisi Kampung yang sangat terisolir, bahkan nyaris tidak tersentuh pelayanan pemerintahan.

Tidak ada sekolah, tidak ada Pustu, tidak ada internet, tidak ada penerangan, tidak ada jalan, dan tidak ada pelayanan publik.

pada Selasa (8/9/26) Piter Gusbager menjelaskan situasi dan kondisi kampung Onam sangat terisolir dan memprihatinkan.

Menurutnya, selama ini Pemerintah Distrik, Pemerintah Kampung dan Dinas terkait tidak perna melaporkan kondisi kampung kepada dirinya selaku kepala daerah.

“Kondisi Kampung Onam sangat memprihatinkan, tidak ada sekolah, tidak ada guru, anak-anak tidak perna sekolah,” ungkapnya.

Ditambah lagi fasilitas lain seperti Pustu, infrastruktur jalan, penerangan, internet, dan tidak ada fasilitas publik lainnya.

Melihat kondisi tersebut, Ia menegaskan akan segera membangun sekolah dengan 3 ruang kelas terlebih dahulu, dan mengirim guru agar aktivitas belajar-mengajar mulai berjalan.

“Minggu depan saya kirim guru duluan agar proses belajar mengajar mulai berjalan, saya juga beri bantuan seragam sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya akan memberikan bantuan starling, solar sel, motor jonson dan memberi bantuan rumah layak huni dan gedung gereja.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk memindahkan kampung Onam 100 meter ke dalam, karena letak kampung berada tepat di pinggir sungai Sofker dan tanahnya sudah mulai terkikis air.

Di kesempatan itu, Bupati 2 Periode ini meminta maaf kepada masyarakat karena sekian lama Kampung Onam berdiri bersama Kabupaten Keerom ternyata akses pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik lainnya tidak berjalan di Kampung tersebut.

“Sebagai kepala daerah saya memohon maaf, kita akan membangun apa yang belum dibangun dan memperbaiki apa yang harus diperbaiki segera,” ungkapnya.

Anak adat Keerom ini mengakui bahwa selama ini pemerintah Distrik, Pemerintah Kampung dan Dinas terkait tidak perna melaporkan kondisi Kampung Wonam.

Ia justru mendapati sendiri banyak persoalan yang dihadapi masyarakat ketika turun langsung ke Kampung Onam.

Untuk diketahui, mata pencaharian masyarakat Onam ialah dengan berkebun, berburu dan menangkap ikan di kali Sofker.

“Makanan sehari-harinya ialah Sagu, Singkong, pisang, petatas, Jagung, Ikan dan daging hasil buruan.
Pada umumnya Kampung Onam didiami oleh suku Yetfa dan Yelago.”tutupnya.(YAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup