BUMI CENDERAWASIH

Inspirasi Dari Timur

Bupati Piter Gusbager Resmikan Penanaman Perdana Jagung Kelompok Tani Kauroso di Skofro

BUMI CENDERAWASIH.ID – Masyarakat Adat Kampung Skofro, Distrik Arso Timur bersama Kelompok Tani Kauroso memulai penanaman jagung di atas lahan seluas 5 hektar.

Penanaman perdana dipimpin langsung oleh Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP, Sabtu (22/8/2026).

masyarakat adat Skofro tampak antusias mengikuti kegiatan. Hadir juga Kepala Distrik Arso Timur, Kepala Kampung, Wakapolres Keerom, TNI, tokoh adat, dan warga.

Lahan 5 hektar ini dikelola Kelompok Tani Kauroso yang merupakan anak-anak adat Kampung Skofro.

Selain jagung, masyarakat di kampung perbatasan dengan PNG ini juga mengembangkan padi, kopi dan kakao/cokelat.

Bupati Piter Gusbager memberikan apresiasi tinggi kepada pemuda dan masyarakat Skofro.

“Saya senang sekali bisa datang di kampung ini, untuk melakukan penanaman jagung,” ungkapnya.

Ia menegaskan lahan seluas 5 hektar ini akan terus dikembangkan untuk pertanian berkelanjutan. Pemerintah daerah tidak hanya memberi semangat, tetapi juga memberikan dukungan seperti alat-alat pertanian.

“Saya akan kirim mesin bajak, mesin pipil jagung, agar saat panen sudah menggunakan alat,” katanya.

Bupati berpesan agar anak muda memilih bertani daripada terjerumus hal negatif.

“Saya sangat mendukung, lebih baik anak-anak muda urus pertanian. Saya tidak ingin anak muda Skofro ikut terlibat dalam miras dan ganja. Silahkan urus Padi, Jagung, Cokelat, dan Kopi, kami pemerintah Kabupaten Keerom mendukung,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya perawatan pasca tanam agar 5 hektar ini benar-benar menghasilkan.

“Setelah menanam, harus dirawat agar di 5 hektar ini dapat menghasilkan buah yang baik. Saya berharap pemuda punya inisiatif untuk membangun kampungnya. Karena kemajuan Kabupaten Keerom dari kampung,” pesannya.

Sebagai langkah penguatan SDM, Bupati mengumumkan Tahun ini Pemkab Keerom akan mengirim 10 hingga 20 petani milenial untuk studi pertanian di luar Papua selama 3 bulan. 5 di antaranya berasal dari pemuda Skofro.

“Mereka akan belajar pertanian di luar Papua selama 3 bulan, kembali dengan ilmu yang diperoleh untuk kembangkan pertanian di Keerom,” jelas Bupati.

Dukungan infrastruktur juga disiapkan. Pemkab Keerom telah memprogramkan peningkatan ruas jalan Skofro, kemudian Sangke menuju Amyu, Pitewi.

“Kampung Skofro mudah-mudahan dalam bulan ini sudah mulai diaspal,” ungkap Piter.

“Selain penanaman, juga menyerahkan bantuan 200 paket sembako berisi beras dan telur bagi masyarakat Skofro,”Tutupnya.(YAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup