Dari Warga untuk Peta, Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Petakan Lahan Permukiman Senggi
BUMI CENDERAWASIH.ID – Keerom, 20 Agustus 2026 – Tim 16 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro melakukan pemetaan partisipatif bersama masyarakat di Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, sebagai bagian dari pengembangan Sistem Informasi Manajemen Lahan Integratif. Pemetaan tersebut tidak hanya dilakukan untuk mengetahui posisi dan batas suatu bidang tanah, tetapi juga menggali informasi mengenai penguasaan, penggunaan, akses, kondisi fisik, hingga potensi pemanfaatan lahan. Pendekatan ini memungkinkan pengetahuan masyarakat yang selama ini tersimpan secara lokal untuk menjadi bagian dari basis data kawasan.
Dalam prosesnya, TEP Undip melakukan pendataan bersama masyarakat melalui observasi lapangan, wawancara, dan kuesioner pendataan tanah. Informasi yang dihimpun mencakup identitas bidang, riwayat penguasaan, batas fisik, penggunaan lahan, akses dan infrastruktur, bangunan, hingga informasi mengenai nilai dan kesiapan pengembangan lahan.
“Persoalan lahan tidak cukup dilihat hanya dari data administratif. Di lapangan, ada informasi mengenai bagaimana masyarakat mengenali batas, menguasai, dan memanfaatkan lahannya yang belum tentu tercermin dalam data yang tersedia. Karena itu, melalui participatory mapping, kami berupaya mempertemukan pengetahuan masyarakat dengan data spasial agar kondisi lahan permukiman di Kawasan Transmigrasi Senggi dapat dipahami secara lebih utuh dan menjadi dasar informasi yang lebih kuat untuk perencanaan kawasan,” ujar Rifat Farhan, Koordinator Lapangan Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP 2026.
Pendekatan partisipatif menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena masyarakat tidak ditempatkan sebagai objek pendataan. Masyarakat transmigran, masyarakat adat, kelompok tani, dan unsur lokal lainnya dilibatkan dalam pengumpulan serta validasi informasi kawasan. Keterlibatan tersebut juga menjadi upaya untuk memastikan data yang dihimpun turut mempresentasikan kondisi dan pengetahuan masyarakat di lapangan.
Hasil pemetaan nantinya akan diintegrasikan dengan data hasil survei lapangan, data spasial, serta pemotretan udara menggunakan drone. Seluruh informasi kemudian diolah menjadi basis data spasial dan administrasi lahan sebagai bagian dari pengembangan sistem informasi manajemen lahan integratif berbasis GIS.
“Nantinya, informasi yang terintegrasi ini dapat menjadi referensi yang lebih kuat bagi pemerintah dan masyarakat dalam melihat kondisi, kebutuhan, serta potensi pengembangan Kawasan Senggi ke depan,” lanjut Rifat Farhan, Koordinator Lapangan Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP 2026.
Pengembangan sistem tersebut diharapkan dapat menyediakan informasi kawasan yang lebih sistematis bagi pemerintah dan masyarakat dalam mendukung transformasi kawasan transmigrasi.(YAM)

Tinggalkan Balasan