BUMI CENDERAWASIH

Inspirasi Dari Timur

Perkuat Sinergi dan Keamanan Daerah, Kesbangpol Keerom Sosialisasi Pendaftaran serta Pengawasan Ormas

BUMI CENDERAWASIH.ID – Tampak Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Keerom, Dian Welip saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kampung Asyaman, Distrik Arso, Senin (3/8/26).

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Keerom, Provinsi Papua menggelar Sosialisasi Pendaftaran dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kantor Kesbangpol Keerom, Kampung Asyaman, Distrik Arso, Senin (3/8/2026).

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Keerom, Dian Welip, menegaskan bahwa Ormas merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah.

Menurutnya, Bupati Keerom Piter Gusbager sangat serius merangkul keberadaan Ormas agar dapat membantu menerjemahkan visi-misi pembangunan daerah, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, hingga program strategis lainnya.

Oleh karena itu, sosialisasi ini digelar untuk menginventarisasi seluruh Ormas di Keerom sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 57 Tahun 2017.

“Kita perlu menginventarisir supaya Ormas yang ada di Keerom ini bisa menjadi mitra kerja resmi pemerintah,” ungkap Dian.

Dian menjelaskan, organisasi yang telah berbadan hukum jelas serta terdaftar di tingkat pusat seperti partai politik, KNPI, Pemuda Pancasila, dan sejenisnya tidak perlu lagi melakukan pendaftaran ulang.

Sebaliknya, pendaftaran diwajibkan bagi Ormas yang bergerak di bidang sosial-kemasyarakatan maupun organisasi lain yang belum berbadan hukum dan belum terdaftar.

Berdasarkan regulasi terbaru, Kesbangpol di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota kini hanya berwenang melakukan verifikasi berkas. Apabila syarat dinyatakan lengkap, Kesbangpol akan menerbitkan surat korespondensi yang kemudian diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri.

Selain pendataan, Dian menekankan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas Ormas agar tidak tersusupi paham radikalisme yang berpotensi memecah belah persatuan di Kabupaten Keerom.

“Di Keerom ini sudah ada komitmen dari masyarakat adat untuk menjaga ‘Keerom Damai’. Komitmen inilah yang harus kita rawat bersama,” tegasnya.(YAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup